Kesan Yusril Terhadap BJ Habibie

ilustrasi
KONVENSI CAPRES PBB -- Mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Yusril Ihza Mahendra berbelasungkawa atas meninggalnya Presiden ke-RI BJ Habibie pada Rabu (11/9/2019) sore. Secara pribadi, Yusril mengaku memiliki kesan mendalam terhadap Habibie.

"Saya masih muda sekali waktu kenal beliau sebagai menristek (menteri riset dan teknologi) dan sewaktu ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) berdiri sangat dekat dengan beliau," katanya kepada wartawan di RSPAD Gatot Soebroto. (sumber)

Ia lantas teringat saat-saat terakhir era kepemimpinan Presiden ke-2 RI Soeharto pada 21 Mei 1998. Saat itu, Yusril merupakan staf dari Menteri Sekretaris Negara Saadilah Mursyid.

"Saya ada di sekitar Pak Harto mengurusi bagaimana proses pergantian Presiden dari Pak Harto ke Pak Habibie. Saya masih ingat betul peristiwa tanggal 21 Mei 1998 pada waktu itu, dan Pak Habibie memperlakukan saya seperti anaknya. Jadi nggak pernah saya dianggap seperti pejabat pemerintah pada waktu itu, tapi sebagai anak beliau," ujarnya.



"Dengan wafatnya Pak Habibie saya merasa kehilangan dan berduka cita dan bagi seluruh rakyat Indonesia saya mohon untuk mendoakan beliau dan bersama-sama menaikan bendera Merah Putih setengah tiang," lanjut Yusril.

Pada hari ini, tepatnya pada pukul 18.05 WIB, BJ Habibie meninggal dunia pada usia 83 tahun. Eyang meninggal selepas dirawat di RSPAD Gatot Soebroto sejak 1 September 2019 lalu akibat sakit yang diderita.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan bisa melanjutkan apa yang dicita-citakan bapak profesor BJ Habibie semasa hidupnya. Terima kasih," kata Presiden Joko Widodo di RSPAD Gatot Soebroto.

Posting Komentar

0 Komentar